Dan….

dan
dan bila esok
datang kembali
seperti sedia kala
di mana aku bisa bercanda dan
perlahan aku pun
lupakanmu
mimpi indahku
di mana t’lah kauberikan bahagia sekaligus luka
aku pun akhirnya menangis
menangis sedih

kau tak perlu meminta maafku. sudah kau dapatkan.

dan aku tahu bukan maksudmu
bukan inginmu
melukaiku (aku tak merasa dilukai)
apa kau terluka dengan ini?
apa kau akan melupakanku, menepikanku karena ini? kuharap tidak.
tolong, jangan lakukan itu.

kau tak perlu mengemis maaf. cukup jangan lupakan, dan jangan tepikanku.

aku tidak perlu melupakanmu
agar aku
kembali bersinar
dan berpijar seperti dulu kala

aku tidak perlu mencaci-maki dirimu
agar aku
kembali bersinar
dan berpijar seperti dulu kala

karena mencintaimu sudah cukup. tak perlu yang lainnya lagi.
begini saja sudah cukup.
tanpa kau, tanpa kita.
hanya cinta milikku sendiri.
sepi, memang.
tapi apa yang sekarang aku bisa lakukan?

malam ini, entah ke berapa malam aku merindukanmu tanpa pernah mencoba mencari tubuhmu atau menghubungi nomor teleponmu.

tidak. aku sudah tidak bisa lagi.
ini takkan bisa kembali seperti sedia kala.

bila rinduku penuh, bila senyumku kembali,
kau tak bisa melihatku lagi, aku juga
kita, lebih tepatnya aku
lebih suka mendengarkan lagu ini
sembari mengingatmu

pejamlah dan rasakan
jiwa kita menari dalam angan yang tak pernah
tubuh kita saling berpeluk sebelum menukar kata perpisahan.

Iklan

One Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s