Puisi Tengah Malam

Gelap meminjamiku waktu tuk mengingatmu
Sepi sekaligus hening sedang meramu kenangan
Menyatukan unsur-unsur bayangmu jadi satu
Agar utuh dalam kepala bagaimana kita pernah saling berpelukan

Tak ada yang lebih sakral dari gelap
Ketika ciumanmu menjadi lebih liar dari seekor srigala
Sebab hening membawa kita saling melengkapi sebelum datang lelap
Dan kita ialah dua yang akrab dengan dosa

Dulu, gelap ialah sebuah cerita
yang diracik malam dengan sedemikian rupa
Sebelum matahari merenggut hitam
Dan waktu membakar engkau hingga legam

Kini, gelap hanyalah legenda
Lenyap dimakan terang benderang
Di mana ramai mulai merayap menuju ruang masa
Mematikan kesakralan dari hitam yang meremang

Gelap memang tinggal legenda
Seperti kita yang tinggal cerita
Namun tiada mati aku mencintai
Demi merasakan ciumanmu kembali

Malam sedang di ujung langit
Sebentar lagi jatuh ditangkap pagi
Tapi puisiku akan terus berbait
Tak peduli pukul berapa engkau kan kembali (lagi)

Depok, 29 Januari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s