Kepada Sepasang Kaki yang Menjauh

Kepada sepasang kaki yang menjauh,

Hai, apa kabar? Panggil aku gila, karena menulis surat pada sepasang kaki yang sudah pergi. Melangkah melewati lembah, bukit, menyebrangi sungai, pulau, dan lautan. Sepasang kaki yang pernah berpijak tepat di sampingku. Dulu.
Jauh hari sebelum hari ini.
Telah sampai di mana petualangan dan penantianmu, duhai sepasang kaki?
Sudahkah kau singgahi rumah bernama perempuan yang tak aku kenali?
Atau, kau sedang beristirahat di suatu tempat dan berpikir tuk kembali ke sini?

Ah, untuk yang terakhir, aku ragu.
Sebab dirimu yang pergi ialah tanda bahwa kau tak lagi betah berada di sisiku.
Meski begitu, itu takkan membuatku berhenti untuk melakukan apa yang pernah aku lakukan; mencintaimu.
Apa kau mungkin akan kembali? Entahlah. Aku enggan menerka, sebab aku tak ingin congkak mendahului rencana Tuhan yang pastinya lebih indah dari hanya terkaanku.

Surat ini singkat, kutulis padamu, sepasang kaki yang menjauh, entah kembali lagi atau tidak;
Mencintaimu tak mengenal kata tamat. Tak tahu-menahu tentang tanda titik.
Maka aku masa bodoh dengan waktu yang berlalu, dan juga kata perpisahan yang pernah tersemat.
Tak peduli jarak telah merenggutmu jauh-jauh.
Tak peduli kata perpisahan yang telah kau ucap.

Belakangan ini, aku sering menulis puisi. Kau mau tahu alasannya? Sederhana.
Mencintaimu tak kenal kata tamat. Maka kupuisikanlah bait-bait cinta tak putus-putus berkemas doa. Agar kau selamat sampai akhir perjalananmu. Atau, sampai kembali ke sini lagi (entah apa itu mungkin, aku tidak tahu).

Kepada Sepasang Kaki yang Menjauh, panggil aku gila.
Sebab telah mencintaimu tanpa kenal waktu dan tanpa peduli apa pun.
Sebab telah mengatakan pada diri sendiri,
bahwa mencintaimu dan merindukanmu,
ialah luka yang candu.

Dari aku,
Perempuan yang kautinggalkan demi perjalanan.
Selamat Bulan Februari, semoga bahagia.

Depok, 01 Februari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s