Badai Di Kepalamu


Hujan di kepalamu sedang badai. Sepanjang hari aku hanya mendengarmu menangis, menangis, dan menangis. Terkadang diselingi umpatan ketus kepada dia yang membuatmu menangis. kepada mereka.
Tak peduli, aku tak peduli. Meski kini akulah sasaran amarahmu, sasaran tangismu, aku bersedia. Aku rela. Menangislah, kau pantas melakukannya. Menangislah, aku akan tetap di sini. Di sampingmu. Duduk, berdiri, atau berbaring. Meminjamimu tubuhku untuk kaupukul, kautinju, kaucubit, dan kaubasahi oleh air mata yang turun-menurun menjadi sungai di wajahmu yang jelita.

“Brengsek! Banjingan! Kenapa sih Jo jahat banget sama gue?!” Kau menangis. Meninju-ninju lenganku
“Memang gue salah apa sama dia, sampai berani-beraninya dia harus selingkuh sama Diana, temanku sendiri!” Tangismu makin menjadi-jadi. Kau menyebut dia. Jo, laki-laki yang membuat harimu hujan.

“Diana juga brengsek! Kok dia mau sama pacar temannya sendiri!” Kali ini kau rebah di bahuku sambil memukul-mukul dadaku. Kau menangis di sana lama. Dadaku sesak, tapi aku tahu dadamu lebih sesak.

“Gue sekarang benar-benar sendiri, Dim.” Bisikmu pelan. Suaramu lembut di leherku.

Tidak, Rinai, kau tidak sendiri. Ada aku. Aku di sampingmu, lihatlah!

“Kamu tidak sendiri, Rinai. Ada aku. Aku tidak akan pergi.”

“Semua laki-laki bilang begitu, Dimas. Aku tidak percaya!”

“Tapi aku sudah lama bersamamu, Rinai. Dari kita kecil, kamu tetap tidak mau mempercayaiku?” Kau memandangku lama. Kita sudah bersama sejak delapan tahun yang lalu, Rinai. Apa kau lupa?

“Aku tidak percaya.” Jawabmu singkat. Aku mendesah. Membiarkanmu menangis lagi, meracau lagi, menyeretku dalam badai di kepalamu.

Rinai,
Dalam gelap takkan ku tinggalkan
Engkaulah teman sejati, kasihku
Di setiap hariku
Untuk hatimu ku kan bertahan

Untukmu ku bertahan.
Aku tidak akan meninggalkanmu, Rinai. Kau tidak pernah sendiri.
Karena kau ialah teman sejatiku, yang kucintai.

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Depok, 04 Februari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s