Dalam Puisi

pada kedalaman puisi,
ialah rangkaian sepi
berbaris aksara mengukiri
duka, air mata, dan luka menjadi berarti

kau,
ialah kata yang tak bosan ada
pada rahim waktu dan kepala,
ada kita dan kenangan masa lalu

dalam puisi,
mencintaimu tak kenal kata sudah
rindu ialah tumpukan rasa dalam tubuh
lalu sepi akan abadi sendiri

dalam puisi,
matamu dapat menjelma bulan purnama
bibirmu ialah botol anggur yang terbuka
dan kepalamu seperti ombak laut nan ramai

dalam puisi,
kucintai kau dalam-dalam
tak peduli bila kau melukaiku dalam-dalam
ialah aku yang tak keberatan untuk mati

pada kedalaman puisi,
waktu, sepi, dan kata hati
ialah hal yang bisa menghidupi
hati siapa saja yang tlah mati

dalam puisi,
biarkanlah aku mencintaimu tanpa mati.

Depok, 10 Februari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s