Yang Kausebut Rumah

adalah aku
yang kausebut rumah
di mana tubuhmu singgah
bibirmu labuh pada ranum bibirku

adalah aku
yang kausebut rumah
beribu kilo tak membuat jauh
batu terjal tetap membuatmu sampai ke pelukku

adalah aku
yang kausebut rumah
meski badai samudera menabuh
perahumu dihantam ombak menderu-deru

adalah aku
yang kausebut rumah
tempat terjauh sekaligus pengusap peluh
pelabuhan di mana kau rebah pada bahuku

adalah aku
yang kausebut rumah
selalu menanti peluk, cium yang dulu
menanti pulangmu dari perjalanan jauh

adalah aku
yang sebenarnya tak pernah kausebut rumah
namun ‘kembali’ ialah harap yang kubisik pada buih
ombak yang nanti kan membawamu kembali. dan pelukmu.

Depok, 12 Februari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s