Untuk Perempuan Kalajengking

Hai perempuan kalajengking, hehe.
Baru saja kita membicarakan tentang apa itu 30HariMenulisSuratCinta, tapi aku yakin kau tidak akan latah menulis surat seperti ini, sebab kau bukan aku yang melankolis. Hehe.. benar kan? 😛

Baiklah, kali ini aku menulis surat untukmu. Aku bosan merayu lelaki, dari kemarin suratku isinya merayu laki-laki semua. Ah, tentu kau tahu kan laki-laki mana yang sering kutulisi surat? Skip! Diam-diam saja, ya.
Eh iya, apa kau mau protes dengan judul surat ini? Untuk Perempuan Kalajengking. Hah, kenapa kalajengking? Sebab kau sudah tahu jawabannya, karena zodiakmu itu yang menginspirasi judul surat ini. Kenapa harus kalajengking? Ya, siapa suruh memiliki zodiak berlambang binatang oktopoda itu. Binatang yang masih berkerabat erat dengan laba-laba, tungau, dan caplak. Ya, meskipun kambing–lambang zodiakku–tidak lebih bisa dibanggakan juga, sih.

Aku merayumu sedikit, ya. Tenang, tenang aku belum seputus-asa itu kok, aku masih normal. Aku hanya ingin mendeskripsikanmu saja di sini, sedikit saja.
Perempuan Kalajengking. Perempuan yang yakin akan keidealisannya dan juga ke-cool-annya. Oke, oke, aku percaya, scorpio memang punya bakat cool dari lahir, dan bakat memikat lainnya. Memikat, tapi beracun. Iya, itu kau dan….scorpio yang lainnya, maybe.
Kau itu, perempuan bermata cokelat yang bila matahari bersinar di atas kepalamu, mata itu akan secerah matahari; cerah dan penuh ambisi. Ya, ya, sudah kubilang kan aku akan merayumu, jadi terima saja.
Ya, penuh ambisi kubilang. Keambisiusan itu terpancar dari gagasan-gagasanmu, semangatmu, dan dari perbincangan-perbincangan kita. Menurutku, matamu yang cokelat itu–omong-omong mengingatkanku pada ayahku yang juga bermata cokelat, tapi sayangnya tidak menurun padaku–ialah senja. Bukan berwarna oranye, tetapi mampu menyalakan kobaran api pada siapa saja yang menatapnya. Kobaran api itu merupa semangat. Dan mataku ialah korban dari kobaran api itu.

Omong-omong tentang perbincangan, selama ini kita banyak membicarakan hal apa saja. Apa saja. Dan benar-benar tentang segalanya. Apa saja. Dan menghabiskan waktu denganmu dengan percakapan ialah makanan untuk otakku. Kepalamu sungguh bising sekali dengan pertanyaan, dan aku suka itu. Aku selalu menikmati kata-kata yang mengalir dari bibirmu, mencipta perbincangan panjang sepanjang kereta api luar kota. Ah, bicara tema, bisa apa saja. Random!
Kita bisa saja menghabiskan berjam-jam dengan membicarakan kegelisahan masing-masing, kemudian berganti topik dengan masalah Negara yang ruwet itu.
Ya, keistimewaanmu lainnya ialah kau begitu mencintai Indonesia. Dan akan mencintai orang yang juga mencintai tanah air ini lebih dari apa pun, bahkan kau rela diduakan dengan Ibu Pertiwi. Hmmm…semoga cepat menemukan, ya 😛

At least, I just wanna say thank you for all valued-conversations with you. I always love to have a lot of conversations with Scorpions. I love you–in another mean–and I love the other Scorpio too. *eh*

Tetaplah jadi penyeimbangku yang kerap selalu melankolis ini, ya.
Tetaplah menjadi idealis.
Heeehee 😛

Depok, 13 Februari 2015
             To : Bekasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s