Rindu Yang Runtuh

Hai, tadi kita berjumpa, ya?
Hanya sebentar sih, hanya sekilas kerjapan mata, dan aku hanya memandangmu tanpa bicara apa-apa.
Entah mengapa, bibirku rasanya seperti dirantai tangan iblis agar tidak berbincang denganmu seperti biasa. Entah. Seperti kataku; asing. Padahal, kau tahu yang sebenarnya? Jangan ditanya lagi bagaimana semangat kinerja jantungku mengantarkan degup-degup aneh dari dalam dadaku ke gemetar tangan dan kakiku saat kau tiba-tiba tak sengaja tertangkap mata sedang berjalan sendirian melewati aku yang sedang menyaksikanmu menjauh, kau pasti tidak sadar, kan? Itulah hebatnya aku.
Jangan tanya bagaimana rasanya ketika jantung seolah lompat dari tempat asalnya dan terjun bebas ke udara saat kau tiba-tiba muncul di depanku, dan aku pura-pura tidak melihatmu sama sekali sehingga akhirnya kau yang menyapaku lebih dulu dengan tepukan singkat di lengan. Ah, aku baru saja mau menyapa, hai ketika kulihat kau masuk ke dalam dan punggungmu tak terlihat lagi. Dan kebetulannya lagi, aku sedang diburu-buru waktu.

Jangan tanya lagi bagaimana rasanya. Rasanya kurang-lebih seperti tertimpa durian runtuh, namun sayangnya bukan durian yang jatuh menimpaku, melainkan rindu. Ya, rinduku runtuh.
Jatuh patuh satu-satu ketika tiap detiknya kunikmati kehadiranmu di sekitarku. Sungguh, setelah sekian lama, aku ingin kembali mendengarmu. Meranggaskan rindu itu sampai tiada sisa untuk satu hari saja. Sungguh.

Berceritalah, tentang biru laut yang baru saja kaujelajahi…
Berceritalah, tentang dingin angin yang menerpa wajahmu…
Berceritalah, tentang debur ombak yang kaudengar….
Berceritalah, tentang suara burung-burung camar di atas kepalamu…
Berceritalah, tentang langit biru yang luas bisa kau tatap sepuasnya….
Berceritalah, tentang perjalanan…
Berceritalah tentang apa saja…
Apa saja….
Aku ingin mendengarnya lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi.

Berceritalah, bicaralah, aku ingin menyaksikan rinduku runtuh seluruhnya. Untuk hari ini. Hanya untuk hari ini. Karena besok, kau tahu? Rindu akan hadir kembali.

Depok, 20 Februari 2015

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s