Mabuk!

pernah kukatakan kepadamu,
melalui puisi-puisi yang jatuh pada ingatanmu;
“bibirmu adalah botol anggur.” kataku
ketika aku mereguknya, mabuklah aku

ketika bibirmu terbuka, kata-kata seolah bercerita
pada aku yang sedang patah hatinya
pemabuk luka sebab cinta merana
terhuyung-huyung sempoyongan di pinggir rel kereta

tubuhku oleng ke kanan, ke kiri
mencari-cari di mana letak bumi
sebab, kurasa tubuhku lagi di surga
mendengar suaramu membuai telinga

ah!
aku hampir jatuh
pada dadamu yang selapang semesta
dan benar, aku jatuh, cinta

kini sudah kuhapal,
garis-garis bibirmu yang anggur
cerita-ceritamu yang buatku terhuyung ke sana, ke mari
dan engkau yang alkohol

tanpa kau, tanpa bibirmu
tak ada senyum yang buatku candu
tiada cerita yang buatku sakau
tiada ciuman yang buatku mabuk!

ah!
mabuk!
ke mana botol itu?
aku rindu mabuk!

aku rindu kau.

Depok, 05 Maret 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s