Nyawa Penyair

kekasih,
bilamana waktu telah berhenti melangkah
barangkali ia lelah
pada umurku yang enggan lagi menjelajah

aksara-aksaraku akan datang ke pemakaman
menangis tersedu-sedu sambil menabur bunga
upaya menghidupiku kembali dari kematian
dengan cara mereka mengabadikan usia

kekasih,
bilamana tiada tanggal lagi
yang sudi menerima hidupku, biarlah
kukekalkan nyawaku dengan puisi

semoga engkau tak didatangi sepi
apalagi duka nestapa
kutitipi engkau ratusan puisi
yang lahir dari rahim waktu juga cinta

seluruh tubuhku akan mati oleh puisi
digerogoti syair-syair tak bernama
dan namaku akan terus dikenang
tak terkecuali pada kepalamu.

maka aku berpuisi
untuk engkau yang kucinta
simpanlah, simpanlah, bacalah, bacalah
sampai nanti jejakku tinggal sisa aksara

maka aku berpuisi
demi keabadian yang katanya hanya ilusi
atau bualan si maha percaya dongeng
mereka tidak tahu, nyawaku dua

jasadku satu
nyawaku yang dua
pertama, ialah kehidupan
kedua, ialah puisi demi keabadian
Depok, 05 Maret 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s