Sepasang Kaki Untuk Puisi

sungai itu membentang luas di matamu,
seorang nelayan melempar jala-jala di sana, menangkap kesedihan.
ladang terhampar luas di kepalamu,
lengang serupa ketenangan yang sunyi senyap tanpa sepi.
aku ialah pengembara tanpa alas kaki,
menjejakinya satu-satu, tiap jengkal, tiap incinya,
tanpa takut tergores paku atau bebatuan.

tatkala langkahku lengah oleh pencarian yang tak berujung,
jatuhlah aku di ladang luas perbukitan.
ladang itu seindah tuturmu. di pinggirnya terdapat pesisir yang memiliki laut
segemerlap binar matamu ketika bercerita.
tiba-tiba aku bukan lagi pengembara, tetapi pelaut.
menyelam tanpa satu perahu pun, tak akan membuatku mati terkapar digigit hiu, ditelan paus.
sebab aku akan tenggelam, mengunjungi dasar laut sembari tinggal dalam karang-karang.

“perayu, tukang bual.” katamu sewaktu-waktu saat kusamakan engkau dengan kilap berlian dalam lautan.
“aku bukan satu-satunya berlian.” ucapmu ketus.

duhai kanda,
dinda tak pandai merayu, dinda hanya bisa merangkai kata,
seperti kau merangkai rumus-rumus dalam tatapmu, dalam tuturmu,
untuk membuat perempuan sepertiku terpikat.

puisiku bukan lidah laki-laki, kanda.
puisiku bocah-bocah yang riang gembira bila berada di dekatmu,
serupa kembang-kembang penawar madu bagi para kupu-kupu,
kau dicintai.

maka seandainya, aku bisa
menciptakan satu tubuh puisi bersama kedua kaki,
aku akan melakukannya.
berbait-bait puisi kan kupahat pula sepasang kaki,
untuk mencarimu, untuk menemuimu,
dan menceritakan dirinya, dan diriku.

bila saja puisiku punya kaki,
berdiamlah saja dalam kamarmu sampai matahari menyapa
ombak-ombak di rambutmu,
dia akan mengetuk kamarmu pelan-pelan,
dan kau akan terkejut membukanya.

“hei, siapa kau?”
“aku puisi.”
“darimana datangnya?”
“aku di sini untuk menceritakan diriku, dan seorang perempuan,
yang telah membuatkanku sepasang kaki untuk mencintaimu.”

—-END

Depok, 28 April 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s