Berkilo-kilo Meter Dari Rumah

jauh. bersekat.
sudah kulewati lampu-lampu jalan di jalan itu.
langkah kaki terseret, lelah oleh kumparan waktu.
ah, jalan ini sungguh panjang, dan melebamkan kata demi kata.

tak sampai-sampai.
jalanan ini lengang dan gelap.
seperti kesedihan yang berhasil disembunyikan senyuman.
dan luka yang terbenam di mataku tak akan terbit lagi ketika berpapasan.

puisi tak mampu lagi menerjemahkan,
apa-apa yang disimpan pada ingatanku.
kian lama kian memudar seperti tinta di kertas usang itu.
larik-larik puisi pernah terukir di sana semacam takdir pahit yang terus ingin dirayakan.

kadangkala, aku ingin berhenti.
menulis kata-demi-kata yang tak pernah kau baca.
kadangkala aku ingin meneruskan perjalanan,
jauh. sampai jauh.

dan kau masih seperti matahari,
yang kukejar dari perjalanan tak sudah-sudah ini.
dan kau akan terus menjadi matahari,
yang terbenam di mataku. sekali lagi.

Depok, 30 Mei 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s