JAUH

jejak-jejak langkahku menapaki aspal
menuju malam, enggan ku kembali pada senja
cahaya samar-samar berlari
tetapi kakiku terlalu angkuh tuk berhenti

sejenak aku lupa bernapas
hidupku, hidupku
kaki-kakiku berubah warna
menjadi sayap, kukepak, dan ku terbang

melayang ku menuju malam
tak ada bulan, bintang
hanya ada hitam, tak punya cahaya
dan ku mengiris langit dengan kepak sayap

sudah kutinggalkan senja
di beranda rumahku dengan secangkir kopi
cahaya-cahaya itu tak lagi mengejarku
langit hampir melenyapi tubuhku

hitam itu semakin mendekat
dan aku mulai rindu cahaya itu
ketika ku memutar arah,
aku terlalu congkak untuk kembali…

—END—

Depok, 11 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s