Bapak Itu

bapak itu menghirup cuaca
dingin hangatnya menempel di hidung
bau ikan mati, amis, dan limbah pabrik mengerubung
lalat-lalat hinggap di wajahnya

bapak itu memandangi teras rumah
ada teko kecil di atas tungku yang sudah lama padam
anak-anak kucing menetek pada induknya
di bawah bangku yang telah lama ingin dipindahkan

bapak itu mencium bokong tembakau
asapnya mengerubung wajahnya
perlahan bau laut menjauh
bau ikan mati, amis, dan limbah pabrik tetap tinggal

setiap pagi, setiap petang, setiap malam, dan di mimpinya

 

Depok, 27 Desember 2015

*Puisi ini untuk Bapak Yayang yang tinggal di pemukiman Nelayan di Pinggir Ibu Kota dan di Tengah Kemegahan Industri Limbah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s