TOKO BUKU

Di tempat ini, tak ada yang ingin kubaca selain jendela dan matamu. Di langit sedang mendung dan mendadak matamu seperti cuaca yang bertautan dengan langit hari ini. Aku ingin berhujan-hujanan di matamu. Kuyup oleh kesedihan-kesedihan yang kau ingkari. Aku ingin menyalakan lilin di sana, tetapi kau memadamkannya lewat hujan pertama.

Hari ini aku membaca pagi seperti puisi yang ditulis semalaman. Malam ialah persetubuhan antara kesedihan dan kenangan-kenangan baik.
Besok, lusa, tahun depan, atau di perhentian waktu, aku akan datang ke sini. Membaca langit yang mendung lagi tanpa membaca buku sama sekali. Tetapi, aku tidak menemukan lagi matamu.

Di mana?

Depok, 03 Februari 2016

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s